• akred

Mahasiswa Akuntansi Syariah Menjadi Presenter dalam Konferensi Internasional

14 Februar1 2022

Pandemi Covid-19 dan Omicron bukan sebuah penghalang bagi mahsiswa untuk mengukir prestasi. Selama kuliah, mahasiswa bisa mencari berbagai pengalaman bermanfaat dengan berbagai cara, mulai dari kompetisi hingga konferensi internasional. Mahasiwa dapat mengakses jendela informasi baru yang jauh lebih besar dengan berpartisipasi dalam kegiatan seperti konferensi internasional. Lebih jauh lagi, jika upaya ini berhasil maka dapat membawa mahasiswa pada pencapaian besar.

Elsa Tiara, seorang mahasiswa Akuntansi Syariah baru saja mengikuti program konferensi Internasional bertajuk International Hazar Scientific Researches Conference-III di Turki Januari silam. Kegiatan konferensi ini merupakan konferensi tingkat internasional yang diikuti oleh mahasiswa dari 17 negara di dunia, negara tersebut adalah Turki, Azerbaijan, Ukraina, Tunisia, Algeria, India, Indonesia, Nigeria, Israel, Pakistan, Saudia Arabia, Romania, Italy, Iran, North Cyprus, Canada, Sri Lanka, dan Elsa menjadi salah satu peserta dari Indonesia yang menjadi salah satu delegasi dari IAIN Pekalongan. Kegiatan konferensi ini dilakukan selama 2 hari dimulai pada 7 – 9 Januari 2022.

Mahasiswa Akuntansi Syariah tersebut berkolaborasi dengan dosen Devy Arisandi, M,M dan Hendri Hermawan Adinugraha, M.S.I. dalam mempresentasikan papernya yang berjudul Middle Period Of Economic Thinking Of Muslim Scientists (Al-Ghazali). Paper itu dipresentasikan secara daring melalui aplikasi zoom.

Mahasiswa Akuntansi Syariah itu mengaku senang dapat mengikuti konferensi internasional dan ia mengatakan bahwa konferensi internasional ini adalah pertama kali bagi dirinya.

“Saya senang dapat mengikuti konferensi internasioanal ini, karena bagi saya hal ini merupakan hal yang baru yang sangat menarik karena bisa presentasi di depan profesor-profesor dari berbagai universitas di seluruh belahan dunia serta,” tuturnya.

Ia juga mengaku bahwa dalam pengiriman papernya bebrapa kali ditolak. Namun ia tidak menyerah dan terus mencobanya hingga ia berhasil mendapat kesempatan untuk mengikuti konferensi internasional ini.

“Saya juga sering mendapat penolakan dari penyelenggara konferensi internsional dalam pengiriman abstrak paper yang saya buat,” tuturnya

Belum lama ini Elsa kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti konferensi international yang diselenggarakan oleh SSD Jurnal di Turki dengan tajuk 3rd International Social and Humanities Conference Sanliurfa. Konferensi tersebut dilakukan melalui zoom pada tanggal 5-6 Februari 2022. Pada kesempatan tersebut ia mempresentasikan paper yang berjudul Settlement Of Sharia Economic Disputes In Indonesia dan berkolaborasi dengan dosen M. Izza, M.S.I dan Hendri Hermawan Adinugraha, M.S.I. Konferensi Internasional ini diikuti oleh 13 negara, yaitu Turki, Indonesia, Afrika Selatan, Korea Selatan, India, Irak, Iran, Itali, Kazakstan, Malysia, Nigeria, Pakistan, dan Romania.

Elsa mengetahui informasi ini, bermula ketika ia mengikuti program Mahasiswa Cendekia yang diadakan oleh Ma’had Al Jami’ah IAIN Pekalongan. Dalam program tersebut terdapat beberapa matakuliah salah satunya yaitu mata kuliah Riset dan Kepenulisan Jurnal yang diampu oleh Bapak Dr. Hendri Hermawan Adinugraha, M.S.I. Melalui beliau lah Elsa mengetahui informasi mengenai konferensi internasional.

“Saya mengetahui kegiatan konferensi internasional ini ketika saya mengikuti salah satu mata kuliah Mahasiswa Cendekia, yaitu mata kuliah Riset dan Kepenulisan Jurnal. Pada saat itu Pak Hendri selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut, mengajarkan Mahasiswa Cendekia cara membuat abstrak yang baik dan benar, kemudian beliau memerintahkan Mahasiswa Cendekia untuk mengirimkan abstrak tersebut ke email penyelenggara konferensi internasional di Turki,” tuturnya.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree